NAMA : PANI PARIATI PUTERI T.
KELAS : 2018 C
NIM : 183145 353110
MEMBUAT ARTIKEL
Artikel
Tentang Pemeriksaan Sitopatologi Dan Histopatologi
Artikel
Tentang Pemeriksaan Sitopatologi
Sitopatologi : bagian dari ilmu patologi
yang mempelajari penyakit (menemukan dan mendiagnosis suatu penyakit) dari
hasil pemeriksaan sel tubuh yang didapat/
diambil.
Sitopatologi
adalah pemeriksaan sel tunggal atau kelompok sel kecil dari cairan atau
jaringan di bawah mikroskop. Sederhananya, prosedur ini dilakukan dengan
mengoleskan cairan sampel atau jaringan dari pengidap pada slide yang kemudian
diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat jumlah sel, jenisnya, dan bagaimana
rinciannya. Sitopatologi umumnya digunakan sebagai alat skrining untuk mencari
penyakit dan memutuskan apakah perlu dilakukan tes : Contoh umum dari
sitopatologi adalah pap smear, sputum dan gastric washing.
Sitopatologi merupakan pemeriksaan yang
dilakukan terhadap perubahan sel yang diperoleh dari pasien dengan cara – cara
tertentu, misalnya pap smear untuk pemeriksaan sitologi serviks.
Pemeriksaan sitopatologi dapat digunakan
sebagai skrining untuk mencari kemungkinan penyakit dan untuk menentukan apakah
perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan atau tidak.
Pentingnya teknik sitologi untuk
pemeriksaan sistem respirasi telah diakui sejak awal. Aplikasi sitologi paru
yang paling relevan saat ini adalah dalam mendiagnosa dan penanganan kanker
paru. Sekitar70% kanker paru didiagnosis pada stadium lanjut dan tidak dapat
diobati. Pada artikel ini, dilaporkan suatu kasus yang secara klinis didiagnosa
karsinoma bronkus, kemudian dilakukan brushing bronkus dan dari hasil
pemeriksaan sitologi didiagnosa suatu LCC.
Contoh lain sitopatologi yaitu
pemeriksaan benjolan pada payudara, melalui tindakan biopsi aspirasi jarum
halus.
Pemeriksaan ini dikombinasikan dengan
radiologi/imaging untuk menilai apakah ada kecurigaan kanker atau hanya sel
jinak.
Sitologi
membuat diagnosa dengan cara memeriksa sel yang lepas dari jaringan tubuh. Meliputi
pemeriksaan : Pap Smear, Sitologi Cairan
Sitopatologi paling banyak digunakan
sebagai alat skrining untuk mencari penyakit dan memutuskan apakah perlu
dilakukan lebih banyak tes lanjutan. Contoh umum dari skrining ini adalah pap
smear, sputum dan gastric
washing. Sederhananya, cairan sampel atau jaringan dari pasien dioleskan
pada slide dan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat jumlah sel,
jenisnya, dan bagaimana rinciannya.
Sitologi
merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari sel yang berasal dari tubuh manusia
baik yang terlepas sendiri (exfoliated) dari permukaan epitel atau yang diambil
dari berbagai tempat dengan cara tertentu. Berperan untuk menentukan perubahan
struktur sel dikenal dengan istilah sitologi diagnostik. Bahan-bahan yang dapat
diperiksa Sitologi : Urine, dahak, cairan lambung, cairan pleura, ascites,
cairan sendi, cairan cerebrospinal, mukosa alat kelamin wanita, aspirasi
jaringan tumor.
Didalam pelayanan pemeriksaan
laboratorium Patologi Anatomi, pemeriksaan sitologi dibagi dalam 2 bagian yaitu
(1)
pemeriksaan sitologi exfoliatif misalnya PAP Smear adalah pemeriksaan sitologi
dari apusan cervix uteri,
(2)
Sitologi aspiratif atau FNAB (Fine needle aspirasi biopsi) adalah tindakan
medik untuk mengambil sel dari suatu kelainan organ dengan needle ukuran 22-25
Gauge.
Pemeriksaan
ini bertujuan untuk menentukan adanya tumor atau keradangan.
(Sitologi Aspiratif) sudah dilakukan sejak
dibukanya pelayanan laboratorium Sebagian besar pemeriksaan ini dilakukan
sebelum operasi dan pemeriksaan ini lebih sederhana,lebih cepat dan tidak
terlalu intervesif sedangkan untuk pemeriksaan sitologi exfoliatif misalnya PAP
Smear. Pemeriksaan PAP Smear merupakan salah satu pemeriksaan preventif yang
berperan untuk deteksi dini kanker Rahim selain itu pula dapat menjadi follow
up pasca pengobatan. Pap smear berbeda dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual
Asam Asetat). Pada Pap smear adalah pemeriksaan yang berfungsi mendeteksi
perubahan sel-sel leher Rahim (ecto dan endocervix atau bagian luar dan dalam
cervix) sedangkan pada IVA adalah pemeriksaan leher Rahim dengan cara melihat
langsung dengan mata telanjang permukaan leher Rahim (cervix) setelah
memulas dengan larutan asam acetat 3-5%.
Deteksi
dini adalah upaya untuk medeteksi dan mengidentifikasi secara dini adanya
kanker sehingga diharapkan dapat diterapi dan memiliki
peluang lebih besar untuk sembuh (80-90%). Pada pasien rawat inap maupun rawat
jalan diseluruh Rumah Sakit di Indonesia dengan proporsi sebesar 28,7% untuk
kanker payudara dan kanker leher Rahim 12,8%. Sitopatologi
pemeriksaan sel-sel lepas yang dicat pada kaca menggunakan teknik sitologi.
Hampir semua penyakit bisa dideteksi
dengan tes patologi anatomi. Tak hanya kanker atau tumor, ini juga mencakup
kulit, saluran pernapasan, saluran pencernaan, liver,saluran urinasi,
ginjal, organ reproduksi pria dan wanita, jantung, dan masih banyak lagi. Bahkan, autopsi
atau pemeriksaan jenazah yang meninggal karena penyebab yang belum diketahui
termasuk ke dalam patologi anatomi.
Berdasarkan sampel yang diperiksa,
terdapat dua macam pemeriksaan sitologi, yaitu sitologi eksfoliatif dan
sitologi aspirasi. Ada beberapa cara atau tehnik pengambilan bahan untuk
pemeriksaan sitologi eksfoliati{, yaitu dengan melakukan swab (smear)
menggunakan jafl telunjuk, aplikator kapas, kanula penghisap atau sikatan di
nasofaring. Pemeriksaan sitologi dapat digunakan untuk 2 tujuan, diagnosis dan
skrining. Ketepatan diagnosis sitologi dapat ditingkatkan dengan memperbaiki
berbagai faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut adalah pengambilan
sampel, pengolahan sampel di laboratorium serta pemeriksaan.
Contoh Penyakit Sitopatologi
karsinoma paru
merupakan tumor ganas epitel primer saluran nafas terutama bronkus yang dapat
menginvasi struktur jaringan di sekitarnya dan berpotensi menyebar ke seluruh
tubuh. Karakteristik penderita karsinoma paru dipengaruhi oleh berbagai faktor,
diantaranya jenis kelamin, usia, status sosial ekonomi, kebiasaan merokok, dan
gambaran sitopatologi.
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui distribusi penderita karsinoma paru serta melihat
hubungan antara karakteristik penderita dengan gambaran sitopatologi.
Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada
128 penderita.
Data yang digunakan
adalah data sekunder dari laboratorium Patologi Anatomi dan Instalasi Rekam
Medik. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat
menunjukkan penderita karsinoma paru sebagian besar laki-laki (71,1%), kelompok
usia > 40 tahun (85,2%), berlatar belakang pendidikan dasar (49,2%),
memiliki pekerjaan yang terpapar karsinogen (53,9%), frekuensi terbesar pada
penderita dengan Indeks Brikman berat (49,2%), merupakan perokok aktif (66,4%),
dan jenis sel terbanyak adalah adenocarcinoma (47,7%). Hasil analisis bivariat
menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dan riwayat merokok dengan
gambaran sitopatologi (p=0,022 dan p=0,000). Selain itu, tidak terdapat
hubungan antara usia, latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan, dan derajat
berat merokok dengan gambaran sitopatologi (p=0,812; p=0,498; p=0,931; dan
p=0,054).
Pemeriksaan Pap smear merupakan
salah satu contoh pemeriksaan yang menerapkan ilmu sitopatologi pap smear
merupakan satu cara umum terbukti dapat mencegah terjadinya kanker serviks
karena mampu mengetahui terjadinya infeksi, radang, atau sel abnormal di dalam
serviks. Dengan melakukan tes ini diharapkan gejala yang terjadi tidakberubah
menjadi kanker. Tes pap smear dapat dilakukan di rumah sakit,klinik dokter atau
laboratorium terdekat prosudernya cepat, hanya memerlukan waktu beberapa menit
dan tidak menimbulkan rasa sakit. Sebainya tes pap smear dilakukan saat anda
sedang tidak haid atau tidak hamil. Untuk hasil maksimal sebaiknya anda tidak
melakukan hubungan intim minimum tiga hari sebelum pemeriksaan. Dan pemeriksaan sel neoplasma untuk mengetahui tipe sel
tersebut termasuk ganas atau jinak.
Berikut beberapa jenis tes pap smear
yang bisa dilakukan:
1.
Tes pap smear konversional merupakan
jenis tes pap smear yang paling umum dilakukan sebagai gambaran cara
pemeriksaan.
2.
Tes rep pap metode ini lebih akurat.
Sampel lendir diambil dengan alat khusus (cervix brush), bukan dengan spatula
kayu hasilnya tidak disapukan ke objek glass, melainkan disemprot cairan khusus
untuk memisahkan kontaminan-seperti darah dan lendir-agar hasil pemeriksaan
lebih akurat. Tes ii dilakukan apabila hasil tes pap smear konvensional masih
kabur atau kurang baik.
3.
Thing prep dan tes HPV DNA pada
pemeriksaan ini sampel lendir rahim diperiksa apakah mengandung DNA virus HPV
atau tidak pemeriksaan ini dilakukan apabila hasil tes pap smear kurang baik
Artikel
Tentang Pemeriksaan Histopatologi
Histopatologi adalah prosedur yang melibatkan
pemeriksaan jaringan utuh yang diambil melalui biopsi atau operasi di bawah
mikroskop. Pemeriksaan ini sering dibantu oleh penggunaan teknik pewarnaan
khusus dan tes terkait lainnya, misalnya penggunaan antibodi untuk
mengidentifikasi berbagai komponen jaringan pada tubuh.
Histopatologi : bagian dari ilmu
patologi yang mempelajari penyakit (menemukan dan mendiagnosis suatu penyakit)
dari hasil pemeriksaan jaringan.
Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat
perubahan morfologi sel dari jaringan dengan metode paraffin. Pemeriksaan ini
adalah gold standard untuk menentukan kelainan neoplasma atau non neoplasma
serta menentukan terapi selanjutnya. Pemeriksaan histopatologi berperan penting
dalam membantu menegakkan diagnosa penyakit.
Tujuan Pemeriksaan
Histopatologi ( Jaringan ), Pemeriksaan
sampel jaringan operasi, insisional biopsi dan eksisional biopsi untuk
menentukan diagnosa pasti, tipe histologi, grading, stadium , sehingga dokter
klinis dan dokter bedah dapat menentukan terapi dan kemungkinan perjalanan
penyakit.
Pemeriksaan
histopatologi dilakukan dengan pengamatan terhadap perubahan yang ditemukan
pada jaringan organ yang diperiksa.
Prosedur yang digunakan dalam patologi
anatomi termasuk:
Histopatologi pemeriksaan mikroskopik pada
salah satu bagian jaringan yang dicat menggunakan teknik histologis.
Cat standar adalah hematoksilin dan eosin,
namun lainnya juga ada. Pemakaian kaca mikroskop yang dicat dengan hematoksilin
dan eosin untuk menyediakan diagnosis spesifik berdasarkan pada morfologi dianggap
sebagai keahlian inti patologi anatomi. Ilmu yang mempelajari pengecatan bagian
jaringan disebut histokimia.
Histopatologi
adalah Tentang Biopsi dan Pemeriksaan Jaringan Histopatologi
melibatkan pemeriksaan jaringan sampel di bawah mikroskop. Sampel bisa berupa
potongan-potongan kecil jaringan yang diperoleh dari bagian tubuh dengan
menggunakan teknik yang disebut biopsi atau sampel yang diambil dari seluruh
organ maupun bagian organ yang diambil selama operasi.
Sebagian besar biopsi yang dilakukan adalah
untuk mengambil sampel kecil dari area tubuh di mana diduga memiliki penyakit.
Prosedur tersebut disebut juga biopsi “insisional” dan biasanya pembedahan atau
perawatan tambahan mungkin direkomendasikan setelah diagnosis dibuat.
Namun, biopsi yang dilakukan bisa juga
mencakup seluruh area yang terkena seperti tahi
lalat kulit. Prosedur tersebut disebut biopsi
“eksisi”. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan area kulit yang berdekatan dan
tidak terlibat akan dilakukan untuk membantu memverifikasi bahwa area yang
terkena telah sepenuhnya dihilangkan.
Setelah jaringan yang ingin diperiksa
didapatkan, pada pemeriksaan histopatologi, jaringan tersebut akan melalui
beberapa tahapan pemeriksaan yang lengkap, dimulai dari fiksasi (pengawetan),
pemotongan makroskopis, lalu diproses sampai siap menjadi slide atau preparat
yang kemudian dilakukan pembacaan secara mikroskopis untuk penentuan diagnosis.
Perbedaan utama antara pemeriksaan histopatologi
dan sitologi terdapat pada hasilnya. Pada pemeriksaan histopatologi, struktur
jaringan dapat terlihat dengan jelas, sedangkan pada pemeriksaan sitologi hanya
nampak gambaran sel-sel tubuh secara umum tanpa terlihat struktur jaringannya.
Hasil pengamatan slide histopatologi
dari pemeriksaan biopsi perkolonoskopi (pengambilan jaringan dengan peralatan
yang cukup dan dilakukan secara kolonoskopi) dibaca oleh ahli patologi anatomi.
Tumor dikatakan ganas ganas apabila memiliki ciri-ciri invasif dan metastasis
dan memiliki derajat anaplasia yang lebih tinggi.10 Sedangkan, tumor dikatakan
jinak apabila tidak memiliki ciri-ciri invasif dan metastasis, biasanya
dikelilingi kapsul berserat, dan menunjukkan derajat rendah anaplasia.11 Begitu
pula dengan pembacaan hasil pengamatan slide histopatologi jaringan pembedahan,
pengkategorian ganas dan jinak didasarkan pada ciri-ciri yang telah disebutkan
sebelumnya.
Pemeriksaan histopatologi NL pada
penyakit DM
Epidermis bisa normal, atrofik, atau
hiperkeratotik. Sebagian kasus, permukaan biopsi menunjukkan ulserasi.
Keseluruhan tebal dermis atau dua-pertiga bagian bawahnya dipengaruhi oleh
suatu proses yang menunjukkan inflamasi granuloma yang beragam, degenerasi
kolagen, dan sklerosis. Perubahan histologik pada Necrobiosis Lipoidica
terlihat dalam septa subkutan, kadang hanya dermis bagian atas yang diserang.
Komponen granuloma biasanya terlihat dengan jelas, dan histiosit bisa tersusun
dalam palisade atau mungkin juga tidak, kadang hanya ada sedikit epithelioid
5,12 histiocytes dan giant cells yang tersebar.
Pemeriksaan histopatologi, pada NL
terdapat granuloma interstitial dan palisade yang melibatkan jaringan subkutan
dan dermis. Pembesaran minimal, lesi NLtampak khas. Granuloma tersusun
berlapis-lapis (tierlike, layered) dan bercampur dengan area degenerasi kolagen
dan sklerosis. Perubahan histologik pada Necrobiosis Lipoidica terlihat dalam
septa subkutan. Komponen granuloma terlihat dengan jelas, dan histiosit bisa
tersusun dalam palisade. Kadang hanya ada sedikit epithelioid histiocytes dan
giant cells yang tersebar.
Granuloma terdiri dari histiosit, beberapa
diantaranya limfosit multinucleated, sel plasma, dan eosinofil. Jumlah saraf
intradermal yang menurun merupakan salah satu tanda NL. Pemeriksaan histopatologi
terutama didapatkan penebalan dinding pembuluh darah dan pembengkakan sel
endotel pada dermis bagian tengah sampai dalam. Imunofluoresen direk secara
mikroskopis pada NL didapatkan Ig M, Ig A, C3, dan fibrinogen pada pembuluh
darah menyebabkan penebalan vaskular. Pada penderita nondiabetes dengan NL,
perubahan vaskular tidak menonjol. Diagnosis banding NL diantaranya: granuloma
annulare, annular elastolitic granuloma, sarcoidosis, rheumatoid nodule, dan
necrobiotic 1,5,16 xanthogranuloma.
Kriteria
tingkat keparahan gambaran histopatologi adalah sebagai berikut:
Ringan = jika hanya ditemukan kongesti dan
edema
Sedang = jika hanya ditemukan infiltrasi
sel-sel radang
Parah
= jika ditemukan nekrosis dan hemoragi
Jenis
Penyakit yang Bisa Diidentifikasi oleh Patologi Anatomi
Patologi
anatomi sering dilakukan untuk membantu mengidentifikasi beberapa penyakit
berikut:
1.
Kanker
Patologi
anatomi bisa digunakan untuk mendiagnosis apakah terdapat sel kanker pada tubuh
seseorang. Melalui prosedur biopsi, sampel jaringan yang diduga terkena kanker
akan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop. Para medis akan melihat apakah
sel-sel pada organ tersebut masih normal atau sudah berubah menjadi sel kanker.
Hampir semua jenis kanker bisa diidentifikasi melalui patologi anatomi, antara
lain kanker
payudara, kanker
serviks, kanker usus, dan kanker hati.
2.
Tumor
Tumor
adalah pertumbuhan sel-sel yang abnormal dalam tubuh. Sel-sel yang “berbeda”
ini bisa dideteksi dengan melakukan patologi anatomi. Melalui prosedur biopsi
juga, para medis dapat mengambil sampel tumor dan memeriksanya untuk memastikan
ganas atau tidaknya tumor tersebut.
3.
Penyakit Ginjal dan Hati
Adapun
berbagai penyakit ginjal, seperti batu ginjal dan gagal ginjal kronis, serta
penyakit hati, misalnya hepatitis A, B, dan C yang bisa didiagnosis
dengan pemeriksaan jaringan melalui patologi anatomi.
4.
Gangguan Autoimun
Berikut
adalah contoh-contoh dari gangguan autoimun yang bisa diidentifikasi dengan
patologi anatomi yaitu : lupus, multiple sclerosis dan penyakit.
5.
Infeksi
Tidah
hanya penyakit, berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri,
maupun jamur pun bisa diidentifikasi dengan menjalani patologi anatomi.
Bagus sekali☺️
BalasHapusBagus banget kak
BalasHapusTrimakasih krna tlah berbagi pengetahuan, pengetahuannya sangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih krna tlah berbagi pengetahuan, pengetahuannya sangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih krna tlah berbagi pengetahuan, pengetahuannya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas pengetahuannya yang sangat baik dan bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas pengetahuan,semoga yang saya dapatkan dapat bermanfaat
BalasHapusMantap....banyak hal yg bs d ambl contoh..
BalasHapusTrimakasih krna tlah berbagi pengetahuan, pengetahuannya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih karena telah berbagi pengetahuan, smoga pengetahuannya bisa bermanfaat satu sama lain
BalasHapusTerimakasih telah sharing pengetahuannya di bidang kesehatan semoga ilmunya bisa bermanfaat untuk semua orang yg baca
BalasHapusMaterinya bagus 👍
BalasHapusTerima kasih. Sangat bermanfaat kwn
BalasHapusterimah kasih sangat membantu materinya
BalasHapus